Dalam praktik ERP Manufaktur dan Distribusi, isu inventory jarang sesederhana “stok ada atau tidak ada”. Banyak perusahaan membeli material dalam satuan tertentu (mis. kg), menyimpan dalam bentuk dimensi (mis. lembar/batang), lalu menjual dalam satuan lain (mis. meter atau pieces). Ketika konversi UOM masih manual atau sekadar “faktor tetap”, risiko yang muncul biasanya konsisten: akurasi biaya meleset, perencanaan MRP kurang presisi, cycle count tidak nyambung dengan fisik, dan proses picking jadi lambat.
Di Epicor Kinetic (Epicor ERP), kebutuhan ini dijawab melalui fitur Advanced Unit of Measure (UOM)—yang memungkinkan Dual Unit of Measure secara transaksional dan pengelolaan inventory berbasis atribut/dimensi agar supply–demand lebih presisi dan operasional lebih cepat.
Mengapa Advanced UOM penting untuk Implementasi Epicor Kinetic
Advanced UOM secara langsung menargetkan dua KPI yang paling sering “bocor” di operasi: akurasi inventory dan kecepatan menemukan stok yang tepat. Dampak bisnisnya umumnya terlihat pada:
- Pengurangan biaya persediaan (inventory carrying cost) karena visibility dan perencanaan lebih akurat.
- Pencarian stok yang tepat lebih cepat untuk produksi maupun pemenuhan order pelanggan.
- Akurasi transaksi end-to-end meningkat karena penggunaan dua satuan berjalan sepanjang proses ERP, bukan hanya di awal/akhir.
- Forecast kebutuhan inventory lebih presisi karena inventory dapat disegmentasi dengan atribut yang relevan.
Untuk organisasi yang sedang menjalankan Implementasi Epicor Kinetic, Advanced UOM adalah fondasi yang sangat strategis, khususnya bila produk/material bersifat “dimensional” atau bernilai tinggi.
Apa itu “inventory berbasis atribut” (dan kenapa ini game changer)
Advanced UOM memungkinkan inventory dipisah dan dikelola berdasarkan inventory attributes (misalnya hardness, strength, modulus of elasticity, density, dan atribut teknis lain). Dengan segmentasi ini, tim operasional tidak lagi “menebak” material mana yang sesuai, mereka bisa mencari inventory yang benar berdasarkan atribut yang sudah ditetapkan.
Hasilnya:
- picking dan allocation lebih cepat,
- stock count lebih representatif,
- dan planning lebih akurat karena demand dapat “mengunci” kebutuhan attribute tertentu.
Fitur kunci Advanced UOM di Epicor ERP
1) Dual Unit of Measure sepanjang proses transaksi
Anda dapat menjalankan transaksi dalam dua UOM di seluruh alur, sehingga angka inventory dan costing tetap akurat, namun operasional shop floor tetap nyaman (mis. transaksi “pieces” tetap bisa berjalan tanpa menghitung manual berat/panjang di lapangan).
Contoh situasi nyata: beli material berbasis berat, simpan berbasis dimensi, konsumsi produksi berbasis panjang, jual berbasis pieces, semua bisa tetap konsisten di satu sistem.
2) Dynamic Attributes untuk konversi yang tidak sekadar “faktor tetap”
Advanced UOM mendukung konversi yang mempertimbangkan atribut dinamis, termasuk konversi dari berat (pounds/grams) ke panjang (feet/meters) atau each, serta dukungan ukuran teoritis vs aktual (mis. 4,0 m vs 4,1 m).
Ini penting karena banyak perusahaan membeli dan menjual dalam UOM tertentu, tetapi mengelola inventory/produksi dalam UOM lain.
3) Attribute Sets untuk setup cepat dan governance rapi
Fitur attribute sets membantu standardisasi: atribut dikemas dalam set, lalu dapat di-assign ke produk secara otomatis atau manual di proses seperti quote, sales order, purchase order, hingga receiving.
Implikasinya: tata kelola data lebih clean, adopsi user lebih cepat, dan risiko inkonsistensi attribute turun signifikan.
4) Replenishment & MRP planning berbasis attribute
Advanced UOM mendukung replenishment sampai level bin dan attribute, lalu MRP memberikan rekomendasi pembelian agar inventory yang dibutuhkan tersedia.
Untuk engineered product, attribute dapat dipakai untuk semi-finished dan finished goods, termasuk saat ada value-added services. BOM juga dapat memanfaatkan material ber-attribute sehingga MRP dapat mengotomasi produksi berdasarkan demand/forecast dengan lebih akurat.
5) Cycle Count lebih mudah dan lebih “nyambung” dengan kondisi fisik
Cycle count menjadi lebih mudah karena penghitungan dapat dilakukan dalam unit utuh berdasarkan attribute, sehingga hasil stock opname lebih representatif.
Advanced UOM tertanam end-to-end di Epicor Kinetic
Nilai tambah besar Advanced UOM adalah sifatnya yang embedded di banyak proses transaksi Epicor Kinetic, termasuk (contoh utama): Quoting, Quantity Adjustments, Cycle Counting, MRP, Purchasing, Receiving, Material Queue, Part Tracker, Inventory Transfer, Material Issue, Job Receipt to Inventory, Available to Promise, Engineering, PCID, Order Fulfillment, Epicor Mobile Wireless Warehouse, hingga Customer Shipment Entry.
Artinya: ini bukan fitur yang “hidup sendiri”, melainkan menjadi mekanisme standar yang memperkuat akurasi data di seluruh rantai proses Epicor ERP.
Industri yang paling diuntungkan
Walau sangat kuat untuk industri metals (karena inventory bernilai tinggi dan dimensional), Advanced UOM juga relevan untuk berbagai sektor lain seperti tekstil, fabricated metals, landscaping (soil/gravel), packaging, furniture & fixtures, footwear, eyewear, sporting goods, dan lainnya.
Jika bisnis Anda punya salah satu ciri berikut, Advanced UOM layak jadi prioritas:
- inventory “dimensional” (panjang, lebar, thickness, density, grade),
- jual-beli dengan UOM berbeda,
- material variance tinggi,
- atau biaya inventory besar sehingga akurasi planning berdampak langsung ke cashflow.
Praktik terbaik saat Implementasi Epicor Kinetic untuk Advanced UOM
Agar Advanced UOM memberikan outcome maksimal (bukan sekadar konfigurasi), pendekatan yang paling aman biasanya:
- Data & Attribute Blueprint
Definisikan attribute apa saja yang benar-benar memengaruhi keputusan (quality/spec/fit), lalu standarkan nilai dan governance-nya (siapa pemilik data, rule input, validasi). - UOM Strategy yang tegas
Tetapkan UOM utama per proses (procurement, stocking, consumption, sales) dan pastikan Dual UOM dipakai konsisten. - MRP + Replenishment alignment
Pastikan planning parameter “mengerti” kebutuhan attribute—supaya rekomendasi pembelian/produksi tidak menimbulkan shortage semu. - User adoption di shop floor & warehouse
Buat input attribute mudah dan cepat (pakai attribute sets, defaulting, dan training berbasis role) agar sistem dipakai dengan benar sejak hari pertama.
Peran KANO sebagai Konsultan Epicor Indonesia
Sebagai Konsultan Epicor Indonesia, KANO biasanya memposisikan Advanced UOM sebagai bagian dari roadmap Implementasi Epicor Kinetic untuk memastikan dua hal: akurasi data yang dapat diaudit dan eksekusi operasional yang gesit. Fokusnya bukan hanya “fitur hidup”, tetapi memastikan proses procurement, warehouse, production, shipping berjalan dengan angka yang konsisten, sehingga manajemen bisa mengambil keputusan dengan confidence.
Jika Anda ingin mengevaluasi apakah Advanced UOM relevan untuk kondisi inventory Anda (metals, plastics, packaging, atau engineered product), KANO dapat membantu melakukan assessment singkat: mapping UOM per proses, kebutuhan attribute, serta dampaknya ke MRP dan cycle count sebagai baseline yang solid untuk Implementasi Epicor Kinetic.