Dalam dokumen ini, Epicor Kinetic (Epicor ERP) diposisikan sebagai solusi ERP cloud yang scalable dengan fokus pada agility, agar perusahaan manufaktur bisa beradaptasi cepat terhadap perubahan bisnis, tanpa mengorbankan keamanan sistem kritikal. Epicor menekankan “pragmatic innovation” melalui pembaruan berkala, pengalaman pengguna yang intuitif, serta pembelajaran yang tertanam di aplikasi untuk mempercepat adopsi.
Bagi kebutuhan ERP Manufaktur dan Distribusi, pendekatan ini relevan karena menggabungkan kapabilitas industri, user experience modern, dan teknologi platform yang siap integrasi, sehingga roadmap Implementasi Epicor Kinetic bisa lebih terukur dan future-proof.
1) Cakupan end-to-end: proses bisnis inti dalam satu platform
Epicor Cloud Business Platform untuk manufaktur mencakup area bisnis utama seperti:
- Financial Management, Sales Management, Project Management
- Supply Chain Management, Product Management, Planning & Scheduling
- Production Management, Service & Asset Management
- Customer Relationship Management (CRM)
- Business Intelligence & Analytics, Governance, Risk & Compliance (GRC)
- Kapabilitas platform seperti otomasi, integrasi, dan deployment flexibility
2) Fondasi teknologinya: Microsoft .NET + SQL + Azure, siap IoT dan AI/ML
Platform Kinetic dibangun di atas arsitektur service-based Microsoft .NET, dioptimalkan di Microsoft SQL, dan distandarkan di Microsoft Azure. Epicor menegaskan platform ini dirancang untuk mendukung kebutuhan modern manufaktur seperti cloud, IoT, dan AI/ML, sekaligus menjaga investasi ERP tetap relevan ke depan.
3) Employee experience yang mendorong efisiensi operasional
Epicor menempatkan “worker experience” sebagai driver produktivitas, dengan pilar utama:
a) Mobile & browser-based experience
Kinetic memberikan pengalaman browser-based yang konsisten di berbagai perangkat, penting untuk user yang bekerja dari kantor, gudang, sampai shop floor.
b) Personalization (tanpa ribet)
User bisa mengoptimasi layar kerja harian: atur grid, hide/show field, collapse/expand panel, agar workflow lebih cepat sesuai kebutuhan role.
c) Epicor Virtual Agent (EVA)
EVA adalah asisten berbasis AI yang memahami konteks dan dapat diakses melalui perangkat mobile. Use case yang ditekankan: mencari informasi (part, pricing, customer/supplier), lalu menjalankan aksi seperti membuat PO sederhana, membuat quote, atau mengonversi quote menjadi order via perintah natural language.
d) Collaborate (kolaborasi in-context)
Collaborate adalah messaging yang tertanam di Kinetic untuk mempercepat koordinasi “di dalam konteks record ERP” (order, customer, data view). Terintegrasi dengan Microsoft Teams, notifikasi IoT, dan EVA untuk meningkatkan responsivitas tim.
e) Enterprise Search, Workbench, dan Tracker
- Enterprise Search menghadirkan pengalaman pencarian ala internet untuk data terstruktur dan (secara aman) data tidak terstruktur.
- Workbenches & Trackers menyediakan “single point” untuk entry/review yang paperless dan membantu mendapatkan 360° view (customer, supplier, part).
f) Epicor Learning + Guided Learning (learn-as-you-go)
Ada program pembelajaran role-based, video, hands-on exercise, sampai guided learning langsung di aplikasi. Help & Support panel mengonsolidasikan akses ke help article, video, dan guided learning, agar onboarding lebih cepat.
4) Tools inovatif untuk produktivitas: BPM, CDC, Task, IoT, MES, Field Service
Epicor menonjolkan kemampuan otomasi dan monitoring yang mempercepat eksekusi:
a) Business Process Management (BPM)
BPM dipakai untuk mengotomasi dan menstandarkan proses end-to-end, terintegrasi dengan tools lain seperti Collaborate (notifikasi), Epicor Functions (eksekusi proses), dan Automation Studio (workflow/automation).
b) Change Data Capture (CDC)
CDC menangkap perubahan data (create/update/delete) secara real-time untuk sinkronisasi ke sistem lain dan pemicu notifikasi/workflow.
c) Task Management Workflow
Workflow untuk mengarahkan orang ke tindakan dan keputusan yang tepat, tersedia di area seperti CRM, Engineering, Case Management, dan Maintenance.
d) IoT, Advanced MES, dan Service Pro
- Epicor IoT terhubung ke Azure IoT Hub untuk monitoring telemetry, rule-based alert, dan pemicu perubahan proses (mis. saran maintenance saat equipment menurun performanya).
- Epicor Advanced MES mengumpulkan data Industry 4.0 untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi pencatatan manual, dan menyediakan metrik seperti OEE, run rate, scrap, yield, energi/material consumption.
- Service Pro menghubungkan IoT ke field service untuk aksi preventif/proaktif (uptime vs downtime).
5) Monitoring, reporting, analytics, hingga AI/ML: “self-service” tapi tetap terarah
Portfolio analytics yang disebut mencakup:
- BAQ (dengan banyak view bawaan), Data Discovery, Epicor Data Analytics (EDA) dan content packs lintas area (Sales, Production/Projects, Materials, Financials, Field Service, Maintenance, Advanced MES)
- Financial planning tools (mis. planner, budgeting/forecasting), Spreadsheet Server
- Reporting (SSRS, Forms & Reports), sampai label printing dan print routing
Epicor juga menekankan Enterprise Content Management (Epicor ECM) untuk digitalisasi dokumen dan workflow approval, termasuk kemampuan Intelligent Data Capture (IDC) berbasis AI/ML untuk ekstraksi data dokumen (mis. invoice) secara otomatis.
6) Konfigurasi & integrasi yang upgrade-resilient
Untuk memastikan sistem bisa mengikuti kebutuhan bisnis tanpa “technical debt”:
a) Application Studio (low/no-code)
Konfigurasi layar/field/rules/event/layout via visual designer, cloud-friendly, lebih aman saat upgrade, dan terintegrasi dengan BPM serta Epicor Functions.
b) Epicor Functions, BAQ, Cloud SDK, dan REST API
- Epicor Functions untuk membuat proses reusable yang bisa dipanggil internal/eksternal.
- BAQ views bisa updatable, juga dapat diekspos untuk integrasi.
- Cloud SDK untuk membuat UD fields yang otomatis membentuk struktur dan namespace API.
- REST Services / OData: hampir semua kapabilitas UI dapat diakses lewat Open API—memudahkan integrasi lintas aplikasi.
c) Automation Studio (Workato) & Integration Cloud (Jitterbit)
- Automation Studio: iPaaS + automation dengan banyak connector dan recipe; bisa trigger dari app event, schedule, webhook, API, atau recipe lain.
- Epicor Integration Cloud (Jitterbit): untuk integrasi sistem enterprise, termasuk dukungan mapping objek standar dan custom field, plus pelatihan self-paced.
7) Cloud yang fleksibel: public cloud, on-premises, atau hybrid
Epicor menegaskan Kinetic mendukung deployment choice: public cloud, on-premises, atau hybrid, memungkinkan rollout bertahap, menyesuaikan kebutuhan site/region, dan tetap konsisten secara teknologi.
Fitur cloud yang disorot:
- Upgrade mayor 2x per tahun dan security update bulanan
- Opsi pilot/test environment tambahan
- Upgrade Flex untuk menunda upgrade hingga 90 hari (opsional)
- Production environment copy read-only untuk kebutuhan query/BI (ODBC/Azure Data Studio/Power BI)
- Multi-region multi-company transactions untuk intercompany lintas instance/region (cloud–cloud atau cloud–on-prem)
8) Security & compliance: perlindungan berlapis dengan effort lebih rendah
Epicor menekankan security suite untuk hybrid/on-prem serta kontrol keamanan aplikasi:
- Komponen seperti managed firewall, endpoint protection, backup, failover
- SSO/MFA via Epicor Identity Provider atau Azure AD
- Audit trail, security reporting, data masking, TDE, DR in-region, daily backups, 24×7 monitoring, periodic tests/audits
Sebagai Konsultan Epicor Indonesia, framing yang paling efektif untuk artikel ini adalah: Epicor Kinetic bukan sekadar ERP, tetapi cloud business platform yang menyatukan user experience modern, otomasi proses, integrasi yang rapi, IoT/MES, analytics, dan security, yang semuanya krusial untuk perusahaan ERP Manufaktur dan Distribusi yang ingin tumbuh tanpa memperbesar kompleksitas.