Industri elektronik dan high tech beroperasi dengan tempo tinggi: siklus hidup produk bisa sangat singkat, risiko obsolescence tinggi, dan customer menuntut time-to-market cepat tanpa kompromi kualitas. Di sisi lain, perusahaan juga harus mengelola supply chain global yang kompleks, perubahan engineering yang sering terjadi, serta kebutuhan layanan purna jual yang panjang.
Di konteks ini, Epicor Kinetic (Epicor ERP) relevan karena diposisikan sebagai ERP yang dibangun untuk dunia manufaktur, dengan kapabilitas end-to-end untuk planning, produksi, quality, traceability, hingga after-sales, lengkap dengan pengalaman pengguna yang modern dan kemampuan analitik real-time.
Kenapa Elektronik & High Tech Butuh ERP yang Spesifik Industri
Epicor menekankan karakter industri elektronik & high tech: perubahan cepat, produk cepat obsolete, kebutuhan after-sales support yang lebih panjang, serta supply chain yang semakin kompleks. Karena itu, perusahaan membutuhkan ERP yang dapat menjaga operasi tetap lean, agile, dan terukur, bukan sekadar sistem pencatatan.
Dengan Epicor Kinetic, targetnya jelas: memperpendek lead time, menurunkan waste, meningkatkan kualitas, dan menjaga ketepatan pengiriman, dengan visibilitas yang konsisten dari perencanaan hingga shop floor.
1) Customer-centric execution: Quote-to-Cash yang lebih cepat dan presisi
Di industri ini, supplier diawasi ketat berdasarkan delivery performance, cost, dan quality. Karena itu, Epicor menekankan kapabilitas “customer-first” yang membantu organisasi mengeksekusi demand dengan lebih responsif:
- Embedded CRM untuk mendukung workflow quote (dari desain awal sampai estimate dan sign-off).
- Demand Management dan kolaborasi EDI untuk menangkap permintaan customer secara lebih real-time.
Dampaknya: proses quote lebih cepat, konversi order lebih rapi, dan perubahan demand bisa direspons tanpa chaos operasional.
2) Lean production yang bisa dijalankan: fleksibel, efisien, dan terstandardisasi
Epicor menekankan penerapan lean yang menyentuh seluruh enterprise. Untuk kebutuhan operasional yang menuntut pengiriman lebih kecil namun lebih sering, ERP harus mendukung model produksi yang fleksibel. Epicor meng-highlight dukungan Kanban (work order-less manufacturing) untuk strategi pull yang lebih efektif.
Selain itu, untuk engineering dan kontrol perubahan, Epicor mendukung Engineering Change Order (ECO), termasuk pengelolaan model 3D dan technical drawing dari satu atau lebih sistem CAD per part.
3) Demand planning, forecasting, dan scheduling untuk menekan risiko obsolete inventory
Karena inventory mudah obsolete, planning tidak boleh “sekadar historis”, harus responsif dan presisi. Epicor menyediakan forecasting dan Master Production Scheduling (MPS) untuk kebutuhan perencanaan harian dan jangka panjang, dengan input dari berbagai sumber historis seperti sales, invoice, dan inventory usage.
Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, Epicor menambahkan Advanced Planning and Scheduling (APS) yang mencakup:
- Multiple-constraint scheduling,
- drag-and-drop visual scheduling,
- capable-to-promise real-time,
- advanced material planning.
Dengan kombinasi ini, perusahaan bisa menurunkan risiko stockout sekaligus menekan penumpukan inventory yang berpotensi obsolete.
4) Real-time shop floor dengan Advanced MES: OEE, yield, scrap, downtime lebih terkendali
Epicor menyoroti Epicor Advanced MES untuk menghadirkan data performa real-time, sekaligus mengurangi pencatatan manual yang lambat dan rawan error. Dengan monitoring produksi otomatis, operator dapat fokus pada kualitas, mengantisipasi masalah lebih awal, menurunkan downtime, dan meningkatkan throughput.
Epicor juga menekankan dukungan sinyal mesin digital/analog yang dapat diambil langsung dari mesin/sensor atau melalui PLC/OPC-compliant PLC, memudahkan scale-up inisiatif IIoT di shop floor.
5) Workforce readiness: skill & sertifikasi yang mudah diaudit
Kebutuhan upskilling dan pembuktian kompetensi membuat organisasi harus meninggalkan tracking berbasis spreadsheet. Epicor memposisikan Epicor Human Capital Management (HCM) sebagai HRIS komprehensif untuk otomasi proses HR dan pemenuhan kebutuhan sertifikasi/kualifikasi.
6) Operasi global & multi-site: standar, kepatuhan, dan efisiensi lintas lokasi
Epicor menekankan dukungan multi-site dan global untuk organisasi yang berkembang lintas negara. Ini mencakup standardisasi perdagangan part global seperti GTIN-14 serta kepatuhan RoHS, dengan tujuan mengurangi inefisiensi supply chain intra dan inter-company.
7) Fleksibilitas deployment: cloud, on-premises, atau hybrid
Epicor menawarkan fleksibilitas deployment: public cloud, on-premises, atau hybrid. Hybrid memberi opsi “step into the cloud” melalui ekstensi tanpa memindahkan seluruh ERP sekaligus, praktis bagi organisasi multi-site dengan batasan region atau kondisi geografis tertentu.
8) Kolaborasi embedded di ERP: Epicor Collaborate
Epicor Collaborate diposisikan sebagai kolaborasi real-time yang tertanam di Epicor ERP, sehingga tim bisa berdiskusi langsung di konteks data untuk aktivitas kritikal seperti quote preparation, inovasi produk, engineering change control, hingga quality improvement, tanpa kehilangan konteks dan jejak keputusan.
9) Mobile ERP: akses 24/7 sesuai cara kerja modern
Epicor menegaskan kebutuhan akses ERP yang konsisten lintas device, dari customer site, plant floor, warehouse, field, hingga supplier visit. Dengan pengalaman yang konsisten, personalisasi dashboard, dan dukungan touch/gesture, user bisa bekerja efektif tanpa harus “kembali ke PC”.
ERP yang mengunci eksekusi di industri berkecepatan tinggi
Untuk industri elektronik & high tech, ERP bukan sekadar sistem transaksi, melainkan mesin eksekusi: cepat saat demand berubah, presisi saat engineering change terjadi, disiplin saat quality dan traceability dituntut, dan real-time saat shop floor membutuhkan visibilitas. Epicor memposisikan Epicor Kinetic (Epicor ERP) sebagai solusi end-to-end yang menjawab kebutuhan tersebut.
Jika perusahaan Anda bergerak di industri elektronik atau high tech dan sedang mengevaluasi Epicor Kinetic (Epicor ERP), KANO sebagai Konsultan Epicor Indonesia dapat membantu menyusun assessment kebutuhan, mapping proses-to-fit, dan roadmap Implementasi Epicor Kinetic yang pragmatis untuk memastikan ERP benar-benar mempercepat eksekusi, bukan menambah kompleksitas.