Shares

Produsen mesin industri dan capital equipment menghadapi tekanan yang semakin kompleks. Harga bahan baku naik turun, ketersediaan tenaga kerja terampil semakin terbatas, lead time pelanggan semakin ketat, dan kompetisi global memaksa perusahaan menekan harga tanpa mengorbankan kualitas. Di tengah kondisi ini, organisasi yang menang bukan yang paling besar, tetapi yang paling cepat beradaptasi dan paling disiplin mengelola eksekusi.

Di sinilah Epicor melalui Epicor Kinetic menjadi relevan. Untuk industri industrial machinery, Kinetic bukan sekadar sistem transaksi, melainkan fondasi kontrol operasional dari front office hingga shop floor dan after-sales service. Bagi perusahaan di Indonesia, Kano (KANO) memposisikan solusi ini sebagai “operational backbone” agar pertumbuhan bisnis tetap terkendali, produktivitas naik, dan margin terlindungi.


Kenapa Industrial Machinery Membutuhkan ERP yang Manufacturing-First

Di industri ini, pola bisnis sering kombinasi antara engineer-to-order, make-to-order, dan mixed-mode manufacturing. Ada desain yang berubah cepat, proyek yang panjang, komponen dengan lead time tinggi, serta kebutuhan dokumentasi dan audit trail yang tidak bisa ditawar. Jika ERP tidak didesain untuk kompleksitas tersebut, yang terjadi biasanya dua hal: proses jadi banyak workaround dan pengambilan keputusan kembali ke spreadsheet.

Epicor ERP Kinetic menjawab kebutuhan ini dengan dukungan untuk engineer-to-order dan mixed-mode, visibilitas proyek ter-embed, kontrol engineering yang kuat, quality management yang rapi, serta kemampuan multi-site untuk organisasi yang berkembang.


Fokus Utama: Turunkan Biaya Tenaga Kerja dan Material Tanpa Mengorbankan Lead Time

Biaya terbesar di industri mesin biasanya “bocor” di dua titik. Pertama, aktivitas manual yang repetitif di shop floor dan warehouse. Kedua, inventory yang tidak sehat karena perencanaan tidak presisi.

Epicor Kinetic mendukung pendekatan paperless dan eksekusi yang lebih lean melalui kombinasi perencanaan material dan mekanisme replenishment yang fleksibel. Pendekatan seperti Kanban untuk item fast-moving dapat mengurangi kebutuhan work order yang berlebihan, sementara logika perencanaan material membantu mengelola item ber-lead time panjang agar tidak mengganggu jadwal produksi. Hasil yang diharapkan adalah produktivitas meningkat dan lead time lebih pendek, tanpa menambah beban administratif.


PLM yang Lebih Sederhana agar Engineering dan Produksi Tidak “Berjarak”

Untuk industrial machinery, kontrol dokumen desain dan perubahan engineering bukan fitur tambahan, melainkan keharusan. Ketika revisi gambar, spesifikasi, dan perubahan komponen tidak terkendali, biaya rework dan quality issue akan naik drastis.

Epicor mendukung pengelolaan product lifecycle agar dokumen desain, versi, dan histori perubahan dapat dikelola terpusat, dapat dicari dengan cepat, serta dapat diakses lintas fungsi secara aman. Ini memberi governance yang lebih kuat dari desain sampai end-of-life, termasuk saat service membutuhkan akses dokumentasi untuk dukungan purna jual.


Production Management dan Scheduling: Dari “Feeling” Menjadi Kontrol

Bottleneck di shop floor jarang muncul karena satu masalah besar, tetapi karena banyak masalah kecil yang tidak terlihat tepat waktu. Kinetic menyediakan kontrol produksi yang membantu tim merespons perubahan demand dan kapasitas secara lebih cepat, termasuk kemampuan melihat biaya produksi dan membandingkan estimated versus actual.

Di sisi scheduling, organisasi membutuhkan tools yang praktis dipakai, bukan hanya teori. Scheduling yang baik membantu mengidentifikasi overload sebelum terjadi, mengatur ulang prioritas, dan meminimalkan downtime, termasuk mempertimbangkan jadwal maintenance work center agar produksi tetap stabil.


Mobile Operations: Data Real-Time Tanpa Dual Entry

Ketika labor entry, inventory movement, dan progress produksi tidak tercatat real-time, manajemen selalu mengambil keputusan dengan data yang terlambat. Dengan pendekatan mobile data collection dan work queue berbasis prioritas, operator mendapatkan instruksi kerja yang lebih jelas dan manajemen mendapatkan visibilitas produksi yang lebih akurat.

Untuk warehouse dan material handling, transaksi berbasis scanning membantu menekan human error dan mempercepat eksekusi. Dengan pengaturan replenishment yang disiplin, pergerakan material menjadi lebih terstandar dan WIP lebih terkendali.


Standardisasi Kerja dengan Instruksi Digital di Point of Use

Di lingkungan build yang kompleks, variasi cara kerja antar operator adalah sumber defect yang mahal. Instruksi kerja digital berbasis visual di shop floor membantu memastikan compliance proses, mempercepat onboarding operator baru, dan mengurangi kesalahan eksekusi. Untuk perusahaan yang sedang ekspansi, ini menjadi alat standardisasi yang sangat efektif.


After-Sales Service dan Field Service: Revenue Stream yang Harus Dikelola Serius

Di capital equipment, after-sales bukan sekadar biaya, tetapi sumber pendapatan dan pembeda layanan. Dukungan service management membantu mengelola proses repair, instalasi, dispatch teknisi, pemakaian spare part, hingga billing yang lebih cepat. Ketika service berjalan rapi, customer experience naik dan repeat business lebih mudah dibangun.


Supplier Relationship Management: Kolaborasi Vendor Tanpa Membebani Tim Procurement

Dalam supply chain global, kecepatan respons vendor mempengaruhi jadwal produksi. Kapabilitas pengelolaan RFQ dan kolaborasi supplier membantu procurement bekerja lebih cepat, mengurangi komunikasi manual yang melelahkan, dan meningkatkan transparansi status PO dan kebutuhan material. Ini adalah langkah nyata untuk menurunkan biaya supply chain tanpa mengorbankan service level.


Quality Assurance dan Product Configuration: Kurangi Risiko, Percepat Order

Untuk produsen mesin, quality perlu mekanisme yang jelas dari inspeksi, disposition, hingga corrective action. Ketika material nonconformance bisa ditangani terstruktur dan corrective action ditutup tuntas, kualitas produk menjadi lebih konsisten dan audit readiness meningkat.

Di sisi penjualan, product configuration membantu mengelola kompleksitas opsi produk tanpa membuat proses quoting lambat. Ini meningkatkan responsiveness tim sales sekaligus menjaga integritas struktur produk yang akan diproduksi.


Analytics dan AI: Jadikan Data Operasional Lebih Bisa Dieksekusi

Kecepatan bisnis menuntut visibility yang lebih real-time. Platform analytics yang terintegrasi membantu manajemen memantau margin job, bottleneck produksi, forecast demand, dan downtime, lalu mengambil keputusan lebih cepat. Dengan embedded intelligence, aktivitas seperti pencarian informasi, ringkasan data, dan identifikasi tren dapat dipercepat tanpa mengubah cara kerja tim secara drastis.


Kenapa Kano (KANO) Relevan untuk Implementasi Epicor di Indonesia

Di industri industrial machinery, yang paling penting adalah implementasi yang terkontrol dan tidak “over-engineered”. Kano biasanya mengeksekusi roadmap berbasis fase: stabilkan core operasional dan finance dulu, rapikan master data engineering dan costing discipline, lalu scale-up ke scheduling advanced, mobile operations, supplier collaboration, quality, dan service. Dengan pendekatan ini, organisasi mendapatkan value lebih cepat, risiko delivery turun, dan adoption key user lebih terjaga.

Shares