Di proyek ERP manufaktur, masalah utamanya jarang soal “fitur ada atau tidak”. Masalah yang nyata adalah bagaimana memilih kapabilitas yang tepat, pada waktu yang tepat, tanpa membuat scope meledak, biaya membengkak, dan key user kewalahan.
Karena itu, pendekatan Industry-Driven Pricing (IDP) di Epicor ERP patut Anda pertimbangkan. Model ini pada intinya mengemas solusi menjadi:
- Core yang lebih kaya (expanded core) supaya Phase 1 cepat jalan dan tetap bernilai.
- Paket industri (industry bundles) supaya scale-up bisa terukur dan tetap relevan dengan kebutuhan manufaktur.
Bagi banyak perusahaan, ini adalah cara paling rasional untuk mendapatkan value ERP tanpa “overbuy” sejak hari pertama.
Apa Itu Industry-Driven Pricing (IDP)?
IDP adalah pendekatan pricing dan packaging yang mendorong implementasi berbasis building blocks:
- Mulai dari core yang sudah mencakup fondasi proses bisnis.
- Tambahkan bundle ketika organisasi siap, baik dari sisi proses, data, maupun adopsi pengguna.
Hasil akhirnya: implementasi lebih pragmatis, lebih mudah diposisikan secara komersial, dan lebih aman dari sisi risiko delivery.
Expanded Core: Fondasi Lebih Kuat di Tahap Awal
1) Financials Core (Diperluas)
Financials Core menjadi fondasi kontrol keuangan yang lebih solid untuk kebutuhan perusahaan manufaktur mencakup area seperti general ledger, AR/AP, cash management, serta kontrol yang lebih rapi terhadap proses pembukuan dan pembayaran. Ini mempercepat standarisasi finance sebelum Anda memperluas ke area operasi yang lebih kompleks.
2) Operations Core (Diperluas)
Operations Core berfokus pada proses end-to-end manufaktur dan supply chain seperti inventory, purchasing, order management, production/job management, planning (MRP), quality, hingga kapabilitas pendukung untuk menjalankan operasi harian dengan disiplin.
3) Komponen Umum ERP
Komponen lintas fungsi seperti workflow/BPM, reporting, dokumen, dan tooling administratif membantu mempercepat adopsi dan mengurangi kebutuhan custom yang tidak perlu.
Pandangan tegas dari Kano: semakin banyak kebutuhan yang bisa Anda penuhi dari core, semakin kecil risiko proyek Anda terutama di fase awal.
Industry Bundles: Scale-Up yang Terstruktur untuk Manufaktur
Setelah core stabil, barulah bundle menjadi akselerator value. Secara umum, bundle ini membantu ketika perusahaan mulai menghadapi kompleksitas nyata seperti multi-site, biaya landed cost, produksi advanced, proyek, dan aset.
Beberapa kategori bundle yang biasanya paling relevan untuk manufaktur:
- Advanced Supply Chain
Cocok untuk perusahaan dengan kompleksitas procurement tinggi: kontrak pembelian, kontrol biaya impor/landed cost, dan tata kelola purchasing yang lebih ketat. - Advanced Manufacturing
Fokus pada peningkatan performa shopfloor: penjadwalan yang lebih advanced, quality yang lebih tegas, dan kontrol produksi yang lebih presisi. - Fabrication
Relevan untuk bisnis fabrikasi yang butuh kontrol detail pada proses dan variasi item/ukuran/handling. - Projects
Untuk perusahaan berbasis proyek: kontrol biaya proyek, progress, dan billing yang lebih rapi agar margin tidak bocor. - Assets
Untuk organisasi asset-intensive: maintenance dan asset management yang berdampak langsung ke reliability dan efisiensi biaya. - Multi-National
Untuk struktur multi-entity, multi-currency, atau kebutuhan compliance lintas negara.
Strategi Implementasi yang Paling Aman dan Cepat Memberi Value
Agar IDP benar-benar efektif, gunakan strategi dua fase:
Phase 1 — Stabilkan Core, Kejar Quick Wins
Targetkan stabilitas proses dasar:
- Finance closing dan kontrol transaksi
- Procurement dan inventory governance
- Order-to-cash / procure-to-pay yang rapi
- Planning (MRP) yang realistis dan bisa dijalankan
Phase 2 — Aktifkan Bundles untuk Akselerasi
Setelah core steady, lanjutkan:
- Advanced planning & scheduling untuk lead time
- Landed cost dan kontrak pembelian untuk kontrol biaya
- Project billing untuk menjaga margin proyek
- EAM/maintenance untuk menurunkan total cost of ownership
Rule yang disarankan: jangan membeli fitur untuk “nanti”. Beli dan implementasikan kapabilitas yang siap dipakai dan siap diadopsi oleh key user.
Bagaimana Kano Membantu Anda Mengoptimalkan Epicor ERP
Sebagai konsultan Epicor Indonesia, Kano membantu memastikan model IDP tidak berhenti di level lisensi, namun menjadi roadmap delivery yang menghasilkan outcome:
- Assessment & Fit-Gap berbasis proses (core vs bundle yang benar-benar dibutuhkan)
- Blueprint & roadmap implementasi bertahap (scope terkendali, value cepat muncul)
- Data readiness & governance (master data, costing, BOM/routing, struktur akun)
- SIT/UAT yang disiplin untuk memastikan core stabil sebelum scale-up
- Change management & enablement key user agar adopsi berjalan, bukan sekadar go-live
Jika Anda sedang mengevaluasi Epicor ERP cloud, mempertimbangkan ekspansi kapabilitas, atau ingin menyusun roadmap implementasi yang lebih “masuk akal” untuk manufaktur, Kano siap membantu.