Shares

Industri fabrikasi logam berada di tekanan yang semakin “komplit”. Harga material volatil, kompetisi makin price-sensitive, product lifecycle makin pendek, dan pelanggan menuntut kualitas serta layanan bernilai tambah tanpa kompromi lead time. Ketika margin sudah tipis, sedikit saja waste di proses estimating, purchasing, produksi, atau pengiriman bisa langsung terasa dampaknya ke profitabilitas.

Di titik ini, ERP bukan lagi sekadar sistem transaksi. ERP harus menjadi sistem yang membangun disiplin eksekusi dari plant floor sampai top floor, sekaligus menyatukan supply chain, engineering, produksi, quality, dan finance dalam satu kontrol yang konsisten. Itulah konteks mengapa Epicor membangun Epicor Kinetic untuk manufaktur, termasuk segmen fabricated metals.

Bagi perusahaan di Indonesia, Kano (KANO) memposisikan solusi ini sebagai “operational backbone” agar organisasi bisa mengurangi waste, memperkuat costing, mempercepat quoting, dan meningkatkan ketepatan delivery, tanpa membuat proses menjadi birokratis.


Kenapa Fabrikasi Logam Butuh ERP yang “Manufacturing-First”

Banyak perusahaan fabrikasi logam mengalami masalah yang polanya mirip.

Pertama, quoting dan costing sering tidak konsisten. Padahal satu penawaran yang under-costing dapat menciptakan kerugian langsung, dan satu penawaran yang over-costing bisa membuat Anda kalah kompetisi.

Kedua, produk makin kompleks. Multi-level assembly, variasi opsi, perubahan engineering, hingga kebutuhan CAD integration menuntut kontrol BOM dan routing yang rapi. Tanpa disiplin data engineering, produksi akan sering “membayar” kesalahan melalui rework dan scrap.

Ketiga, tuntutan traceability meningkat. Lot dan serial tracking semakin sering menjadi persyaratan, tidak hanya di industri yang highly regulated, tetapi juga di customer yang menuntut process control lebih ketat.

Keempat, jadwal produksi tidak lagi bisa dikelola dengan whiteboard. Perubahan demand, constraint mesin, skill-based scheduling, dan kebutuhan what-if membuat scheduling harus berbasis data dan visibilitas real-time.


Apa yang Membuat Epicor ERP Kinetic Relevan untuk Fabricated Metals

Epicor ERP Kinetic dirancang untuk perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan fabricated metal products, baik pada model make-to-order, make-to-stock, maupun mixed-mode. Yang paling penting, pendekatannya modular, sehingga perusahaan bisa mengaktifkan kapabilitas sesuai fase implementasi dan kesiapan organisasi. Ini membantu proyek tetap terkontrol, namun tetap punya jalur scale-up yang jelas.

Secara praktis, value yang paling sering dicari perusahaan fabricated metals biasanya ada di area berikut.


Area Value yang Paling Berdampak untuk Fabrikasi Logam

1) Visibilitas operasional end-to-end

Ketika proses office dan plant floor terintegrasi, redundant work berkurang dan akurasi data meningkat. Dampaknya bukan hanya efisiensi internal, tetapi juga kualitas layanan ke pelanggan karena organisasi punya single version of truth.

2) Quoting dan estimating yang lebih akurat

Profitabilitas fabricated metals sangat dipengaruhi akurasi estimate. Cost-based estimating yang mempertimbangkan material, labor, burden, subcontract, serta faktor scrap rate dan lot size membuat organisasi bisa menaikkan confidence saat menawar. Lebih dari itu, historical job profitability membantu estimator belajar dari “real cost”, bukan asumsi.

3) Engineering dan pengelolaan produk kompleks

Kontrol BOM dan routing yang mendukung multi-level assembly adalah kunci saat produk makin kompleks. Dukungan product configuration berbasis rules juga membantu non-engineer menyusun estimasi produk kompleks secara lebih aman, lalu menghasilkan struktur produksi yang konsisten.

4) Cost management tanpa mengorbankan quality

Organisasi fabricated metals sering mengejar waste reduction melalui cost control yang lebih kuat. Kombinasi inventory control, MRP, dan purchase suggestion membantu time-phased material planning dan menekan carrying cost. Setelah produksi, post-production cost analysis yang memecah biaya material, labor, burden, dan subcontract membantu manajemen melakukan koreksi estimate untuk job berikutnya.

5) Traceability dan quality yang lebih “siap audit”

Cradle-to-grave traceability menjadi fondasi untuk memenuhi tuntutan process control, termasuk lot dan serial controlled inventory. Ini mempercepat investigasi quality issue dan memperkecil risiko recall yang mahal.

6) Scheduling, delivery performance, dan capable-to-promise

Di fabricated metals, status sebagai supplier sering ditentukan oleh delivery performance. Dengan visual scheduling board dan multi-resource scheduling, tim produksi lebih siap merespons overload dan constraint. Capable-to-promise membantu menjawab pertanyaan “kapan bisa delivery” secara lebih presisi, sehingga sales tidak menjual di luar kapasitas.

7) Production monitoring dan peningkatan OEE

Ketika data produksi masih manual, tim lebih banyak “mengukur” daripada memperbaiki. Advanced monitoring melalui MES dan metrik seperti OEE, run rate, scrap, dan yield membuat organisasi bisa menutup gap performa dengan lebih cepat dan lebih objektif.

8) Lean dan demand pull system yang lebih disiplin

Lean bukan slogan, tetapi sistem kerja. Dukungan Kanban dan metrik lean membantu penerapan demand pull yang lebih konsisten, sehingga lead time turun dan waste berkurang tanpa harus menambah buffer inventory.

9) Supply chain collaboration dan compliance yang lebih kuat

Mengurangi waste supply chain butuh kolaborasi vendor yang lebih rapih, termasuk pengukuran supplier performance dan quality rating. Proses RFQ, perubahan order, hingga opsi integrasi EDI akan memperkuat governance tanpa memperlambat operasional. Pada sisi compliance, sistem yang rapi mempermudah pemenuhan standar dan audit readiness.

10) Multi-site dan deployment fleksibel

Untuk perusahaan yang berkembang, kemampuan multisite dan fleksibilitas deployment menjadi faktor strategis. Ini penting ketika organisasi ingin bertumbuh, konsolidasi plant, atau melakukan standardisasi proses lintas lokasi.


Cara Kano Menjalankan Implementasi agar Cepat Go-Value

Agar solusi tidak berhenti sebagai sistem, Kano biasanya mendorong roadmap yang phase-based dan outcome-driven. Fase awal fokus pada kontrol fundamental seperti master data, costing discipline, MRP readiness, dan visibilitas produksi. Setelah stabil, barulah organisasi melakukan scale-up ke scheduling advanced, MES/monitoring, supplier collaboration, dan compliance tooling.

Prinsipnya sederhana. ERP untuk fabricated metals harus menutup sumber kebocoran margin yang paling nyata, lalu memperkuat delivery performance agar customer retention naik.


Jika Anda bergerak di industri fabrikasi logam dan ingin menaikkan kontrol operasional tanpa membuat organisasi semakin kompleks, Epicor ERP Kinetic adalah platform yang sangat relevan untuk menggabungkan quoting, engineering, produksi, quality, supply chain, dan finance dalam satu ritme eksekusi.

Shares